Minggu, 13 November 2016

Jenis - Jenis Ulos Batak dan Fungsinya

Berbagai Ulos Batak dan Fungsinya

Ulos Antak-Antak
No Image
Ulos ini dipakai sebagai selendang orang tua untuk melayat orang yang meninggal, selain itu ulos tersebut juga dipakai sebagai kain yang dililit pada waktu acara manortor (menari)
Ulos Bintang Maratur
No Image
Secara khusus di daerah Toba Ulos ini diberikan waktu acara selamatan Hamil 7 Bulan yang diberikan oleh pihak hula-hula kepada anaknya. Ulos ini juga diberikan kepada Pahompu (cucu) yang baru lahir sebagai Parompa (gendongan) yang memiliki arti dan makna agar anak yang baru lahir itu di iringi kelahiran anak yang selanjutnya, kemudian ulos ini juga di berikan untuk pahompu (cucu) yang baru mendapat babtisan di gereja dan juga bisa di pakai sebagai selendang.
Ulos Bolean
No Image
Ulos ini biasanya dipakai pada acara-acara kedudukan dengan penggunaannya sebagai selendang.
Ulos Mangiring
No Image
Ulos ini dipakai sebagai selendang, tali-tali, juga Ulos ini diberikan kepada anak cucu yang baru lahir terutama anak pertama yang memiliki maksud dan tujuan sekaligus sebagai Simbol besarnya keinginan agar si anak yang lahir baru kelak diiringi kelahiran anak yang seterusnya, Ulos ini juga dapat dipergunakan sebagai Parompa (alat gendong) untuk anak.
Ulos Padang Ursa dan Ulos Pinan Lobu-lobu
No Image
Ulos ini biasanya dipakai sebagai tali-tali dan sebagai selendang.
Ulos Pinuncaan
No Image
Ulos ini terdiri dari lima bagian yang ditenun secara terpisah yang kemudian disatukan dengan rapi hingga menjadi bentuk satu ulos. Kegunaannya yaitu di pakai dalam berbagai keperluan acara-acara duka cita maupun suka cita, dalam acara adat ulos ini dipakai/ di sandang oleh Raja-Raja Adat.


Ulos Ragi Huting
No Image
Ulos ini sekarang sudah jarang di pakai, konon pada jaman dulu sebelum Indonesia merdeka, anak perempuan (gadis-gadis) memakai Ulos Ragi Huting ini sebagai pakaian sehari-hari yang dililitkan di dada (Hoba-hoba) yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan adalah seorang putri (gadis perawan) batak Toba yang ber-adat.
Ulos Ragi Pakko dan Ulos Harangan
No Image
Pada zaman dahulu di pakai sebagai selimut bagi keluarga yang berasal dari golongan keluarga kaya, dan itu jugalah apabila nanti setelah tua dan meninggal akan di saput (di selimutkan, dibentangkan kepada jasad) dengan ulos yang pakai Ragi di tambah Ulos lainnya yang di sebut Ragi Pakko karena memang warnanya hitam seperti Pakko.
Ulos ragidup
No Image
Ulos ragidup adalah lambang kehidupan. Setiap rumah tangga Batak mempunyai ulos ragidup. Selain lambang kehidupan, ulos ini juga lambang doa restu untuk kebahagian dalam kehidupan, terutama dalam hal keturunan, yakni banyak anak (gabe) bagi setiap keluarga dan panjang umur (saur sarimatua). Dalam upacara adat perkahwinan, ulos ragidup diberikan oleh orng tua pengantin perempuan kepada ibu pengantin lelaki sebagai ‘ulos pargomgom’ yang maknanya agar besannya ini atas idzin Tuhan YME tetap dapat melalui bersama sang menantu anak dari sipemberi ulos tadi.
Ulos ragihotang
No Image
Hotang bererti rotan, dan raksa ulos ini mempunyai keistimewaan yang dapat diikuti dari keempat umpasannya. Ulos ini digunakan untuk mengulosi seseorng yang dianggap picik dengan harapan agar Tuhan akan memberikan hasil yang baik, dan orng yang rajin berkerja. Dalam upacara kematian, ulos ini dipaki untuk membungkus jenazah, sedangkan kepada upacara pengkuburan kedua kalinya, untuk membungkus tulang-belulangnya. Ulos sibolang juga digolongkan sebagai ulos berdarjat tinggi, sekalipun cara pembuatannya lebih sederhana.
Ulos Si bunga Umbasang dan Ulos Simpar
No Image
Secara umum ulos ini hanya berfungsi dan di pakai sebagai Selendang bagi para ibu-ibu sewaktu mengikuti pelaksanaan segala jenis acara adat-istiadat yang kehadirannya sebatas undangan biasa yang di sebut sebagai Panoropi (yang meramaikan).
Ulos sibolang

Ulos ini semula disebut sibolang sebab dibeikan kepada orang yang berjasa untuk ‘mabulangbulangi’ (menghurmati) orang tua penggantin perempuan untuk mengulosi ayah pengantin lelaki sebagai ‘ulos pansaniot’. Dalam suatu pesta perkahwinan, dulu ada kebiasaan memberikan ‘ulos siholang si toluntuho’ oleh orang tua pengantin perempuan kepada menantunya sebagai ulos bela (ulos menantu). Pada ulos si toluntuho ini raginya tampak jelas mengambarkan tiga buah tuho (bahagian) yang merupakan lambang Dalihan Na Tolu.







Ulos Simarinjam sisi
No Image
Ulos ini di pakai dan difungsikan sebagai kain dan juga di lengkapi dengan Ulos Pinunca yang di sandang dengan perlengkapan adat Batak sebagai Panjoloani (mendahului di depan). Yang memakai ulos ini adalah satu orang yang berada paling depan.
Ulos Sitolu Tuho
No Image
Ulos ini di fungsikan atau di pakai sebagai ikat kepala atau selendang.
Ulos Suri-suri Ganjang
No Image
Ulos ini di pakai sebagai Hande-hande (selendang) pada waktu margondang (menari dengan alunanan musik Batak) dan juga di pergunakan oleh pihak Hula-hula (orang tua dari pihak istri) untuk manggabei (memberikan berkat) kepada pihak borunya (keturunannya) karena itu disebut juga Ulos gabe-gabe (berkat).
Ulos Tumtuman
No Image
Ulos ini dipakai sebagai tali-tali yang bermotif dan di pakai oleh anak yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan adalah anak pertama dari hasuhutan (tuan rumah).
Ulos Tutur-Tutur
No Image
Ulos ini dipakai sebagai tali-tali (ikat kepala) dan sebagai Hande-hande (selendang) yang diberikan oleh orang tua kepada anak-anaknya (keturunannya).


PERALATAN AKTIFITAS PENJELAJAHAN


PERALATAN AKTIFITAS PENJELAJAHAN
C:\Users\88COORP\Desktop\unduhan (6).jpg
Untuk menambah kemampuan menghangatkan tubuh, matras atau lapisan busa harus di gelar di antara kantong tidur ( sleeping bag ) dan tanah. Akan lebih nyaman lagi bila kita menggunakan matras tiup.

  1. Sleeping bag
C:\Users\88COORP\Desktop\unduhan (7).jpg
Pada dasarnya ada dua jenis kantong tidur, yakni type persegi panjang yang dapat di gelar lebar seperti tikar ( lagi pula dua buah kantong tidur jenis ini bisa disatukan dengan menggabungkan risletingnya ), Type kedua adalah type mummi, kantong tidur jenis ini tidak bisa dibentangkan atau di buka tetapi lebih hangat dan ringan. Type kedua ini lebih baik bila dibandingkan type kedua.

  1. Baju Hangat
C:\Users\88COORP\Desktop\images.jpg
Jaket dengan bahan down akan sangat berguna tetapi dalam keadaan basah tidak ada gunanya. Beberapa bahan dari serat sintetis seperti polyester ( Dacron,Fortrel ) dan Acrylics ( Orlon ) sedikit menyerap keringat tetapi cepat kering bila basah. Dacron Fiberfill II merupakan bahan yang terbaik karena lebih ringan dan tidak kuyup bilamana terkena hujan. Untuk mengetahuinya, biasanya di bagian leher tertulis nama bahan yang dipakai. Disamping itu sweater dari wol juga merupakan pilihan yang tepat.
  1. Tenda
C:\Users\88COORP\Desktop\unduhan (8).jpg
Dari bentuknya, tenda secara garis besar terbagi atas: type prisma, type piramid, dan type kubah. Ketiga type tersebut mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing, dimana yang akan dipilih itu sesuai selera kita.
Untuk memilih tenda yang nyaman perlu diperhatikan apakah tenda tersebut lembab didalamnya, ini terutama untuk tenda yang seluruhnya terbuat dari bahan kedap air sehingga air yang akan masuk dan keluar tenda tertahan. Pilihlah tenda yang mempunyai lembaran gantung ( Flysheet ) kedap air yang menutupi tenda serapat mungkin dan akan lebih baik lagi flysheet mempunyai tiang-tiang tersendiri. Selain itu perlu diperhatikan pula bagian alasnya, bagian ini harus dilapisi lembaran alas yang tebal dan kedap air. Dan pada pintu masuk dan jendela tenda harus memakai jaring tipis.
  1. Sepatu
C:\Users\88COORP\Desktop\unduhan (9).jpg
Ada beberapa patokan untuk memilih sepatu yang baik. Sepatu gunung yang terbuat dari kulit atau sintetis serupa adalah pilihan tepat karena bahan ini kuat dan tahan lama, jangan memilih sepatu dari bahan kanvas karena bahan ini tidak tahan lama, gampang sobek, dan mudah lapuk apalagi dari bahan karet karena tidak bisa menyerap keringat.
Pilihlah sepatu dengan tumit dan sol yang berkembang serta kuat dengan ceruk yang dalam, karena dapat berguna untuk menahan laju badan ketika turun dan dapat digunakan untuk menjejakkan kaki dengan mantap di tanah berpasir, berbatu, dan becek. Untuk melindungi kaki dari lecet diperlukan penggunaan kaos kaki rangkap, maka pilihlah sepatu dengan nomor lebih besar dari ukuran biasanya.
Disamping itu sepatu harus mempunyai leher yang tinggi dengan berlapiskan bahan lunak dan tebal, sehingga mampu melindungi mata kaki dari resiko terkilir namun begitu jangan memilih leher yang terlalu tinggi karena akan menyebabkan sirkulasi udara terganggu.
  1. Kaos kaki
C:\Users\88COORP\Desktop\images (1).jpg
Bawalah kaos kaki sebanyak mungkin agar kaki selalu kelihatan bersih, terutama apabila kulit lecet atau terluka sehingga tidak akan infeksi. Selalulah memakai kaos kaki rangkap. Pertama-tama pakailah kaos kaki dari bahan katun karena bahan ini dapat menghangatkan kaki dan mampu menyerap keringat. Kemudian diatasnya pakailah kaos kaki dari bahan wol, karena bahan ini baik untuk menjaga kehangatan kaki kendati dalam keadaan basah. Tetapi kaos kaki dari bahan wol mudah bergeser, maka diperlukan kaos kaki dari katun didalamnya untuk menghalangi geseran langsung. Untuk tidur sangat baik digunakan kaos kaki wol panjang atau kaos kaki sepak bola.
  1. Gaiter
C:\Users\88COORP\Desktop\unduhan (10).jpg
Gaiter dibuat dari bahan kedap air yang digunakan untuk mencegah agar batu kerikil, pasir, pacet, lintah, dan air tidak masuk kedalam sepatu atau celana. Gaiter ini digunakan mulai dari bawah sepatu sampai lutut sehingga akan menutupi antara sepatu dan celana. Disamping itu gaiter juga akan menjaga otot betis selama dalam perjalanan.
  1. Jas Hujan
C:\Users\88COORP\Desktop\unduhan (11).jpg
Untuk menahan hujan, jas hujan sangatlah praktis digunakan sebab jenis ini dapat sekaligus menutupi ransel. Ada dua macam bahan yang digunakan untuk jas hujan yaitu plastik dan nilon tebal.
Jas hujan dari plastik memang kedap air, tetapi mudah sekali sobek dan tidak menyerap keringat. Sedangkan dari bahan nilon tidak kedap air, tetapi juga tidak menyebabkan badan kepanasan. Bila hujan tidak terlalu lebat jenis nilon lebih baik digunakan.
Ada lagi jenis jas hujan yang berupa celana dan baju yang kedap air. Dengan model ini gerak kita akan lebih leluasa, namun masih diperlukan jas hujan / caver bag untuk menutupi ransel.
  1. Sarung tangan
C:\Users\88COORP\Desktop\unduhan (12).jpg
Sarung tangan merupakan perlengkapan yang tak kalah penting dalam melakukan penjelajahan. Sarung tangan yang baik adalah yang mampu menutupi pergelangan tangan ,karena dipergelangan tangan ini terdapat pembuluh darah tepat dibawah kulit, sehingga apabila pergelangan tangan tidak tertutup maka udara dingin akan menyentuh pembuluh darah tesebut.
Sarung tangan dari kulit atau sintetis serupa merupakan pilihan tepat, ini terutama untuk memegang golok ketika menebas ranting, memutuskan semak-semak berduri dan memeriksa batu-batuan sebelum kita injak disamping melindungi tangan dari panasnya nesting.
Sarung tangan dari wol sangat berguna untuk menghangatkan tangan ketika istirahat atau tidur. Dan lebih baik lagi menggunakan sarung tinju karena jenis ini akan menyatukan seluruh jari kecuali ibu jari.
  1. Syal
C:\Users\88COORP\Desktop\images (2).jpg
Sebagai bahan tambahan untuk menjaga dingin digunung adalah syal. Syal ini dapat dilibatkan di leher sebagai tambahan penghangat bagian yang sangat terbuka, syal dipakai untuk menambah kehangatan dada dan perut disamping juga bisa sebagai pelindung mulut dan hidung dari debu. Ada baiknya syal berwarna menyolok sehingga kalau diperlukan dapat digunakan sebagai tanda keadaan darurat. Bilamana dibutuhkan syal dapat digunakan untuk mitela.
  1. Ransel
C:\Users\88COORP\Desktop\unduhan (13).jpg
Dalam melakukan pendakian kita harus memastikan terlebih dahulu bahwa seluruh perlengkapan yang perlu akan terbawa dalam satu tempat. Untuk itu kita harus mempunyai ransel ukuran 80 – 90 liter agar semuanya tertampung.
Untuk memilih ransel yang baik harus kita perhatikan : sabuk penggendong, sabuk yang baik adalah sabuk yang dilapisi busa atau bahan lembut lainnya disamping itu sabuk tersebut harus cukup lebar sehingga beban merata di pundak, ransel yang baik juga harus mempunyai sabuk pinggang agar ransel dapat menempel di punggung tetapi fungsi yang lebih penting lagi agar berat ransel dapat dipindahkan ke pinggang dengan menaikan ransel sedikit lebih ke atas dan mengencangkan sabuk tersebut di pinggang.
Rangka eksterior sangat banyak sekali digunakan dalam pembuatan ransel, rangka ini dimaksudkan untuk membuat jarak antara ransel dan punggung agar benda-benda keras di dalam ransel tidak menyakitkan pemakaianya, kelemahan jenis ini adalah tidak dapat dibawa lari dan sulit dibawa masuk hutan rintisan. Disamping itu harus kita perhatikan pula luas ransel.
  1. Senter
C:\Users\88COORP\Desktop\unduhan (14).jpg
merupakan perlengkapan vital lainnya dalam melakukan pendakian, agar perjalanan kita berjalan lancar ada baiknya membawa bohlam cadangan dan batu battry cadangan.




Bentuk-Bentuk Penyimpangan Sosial Yang Terjadi Sekarang ini


1. Penyimpangan Seksual
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgP-QAonnaxvLV7pn1mbWTuN3HS2VTdw1xbykk8AafhyUh1wf_EvhLRQNDi94WD1EEMv_AGBfiH_nBm84hgX_ETTqYYDnLQwrJl39CwzIZhgKW0dlB7ALr3rkLKsRb8t4s4wL-PN3cP0-J1/s400/Untitled.png
Penyimpangan Seksual merupakan bentuk penyimpangan yang berkaitan dengan masalah seksual. Misalnya pemerkosaan, homoseksual, lesbian , bermesraan di tempat umum, Pelacuran, dan lain sebagainya. Penyimpangan ini bisa terjadi
akibat adanya keinginan dan kemauan.
Penyimpangan seksual. Dianggap menyimpang karena melanggar norma- norma yang berlaku.
2. Penyalahgunaan Narkotika.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZVtgmYihYmIB02M7tgXnZxDbPEUx3-quhYFZs18MlspuU0UxEgUBjdxjaMOj7VVQS9LRZcBOSxfXHkoZRqXCqMPDayCkhNgzbcvI6RjrbjN5JSZCxnhze9nfyvHcE5-l-HspvCC6JDgmM/s400/jarum-suntik-2.jpg
Penyalahgunaan narkotika adalah penggunaan narkotika tanpa izin dengan tujuan hanya untuk memperoleh kenikmatan. Penyimpangan sosial yang timbul adalah pembunuhan, pemerkosaan pencurian, perampokan.
Penyalahgunaan narkoba pada akhir tahun ini dirasakan semakin meningkat. Dapat kita amati dari pemberitaan-pemberitaan baik di media cetak maupun elektronika yang hampir setiap hari memberitakan tentang penangkapan para pelaku penyalahgunaan narkoba oleh aparat keamanan. Kebanyakan pelakunya adalah remaja belasan tahun, mereka pasti sudah mengerti tentang bahaya mengkonsumsi narkoba, tapi mengapa mereka menggunakannya.

3. Perkelahian Pelajar.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjSwjIz98-MO0c0h__x6lPwMG4hXAiB75MfD59nHqwn7rpAWi-INKeycSY0pPVuQrde4HYkweBrwMb9EcSz7TIDr01KDdt3B9aGIAi8x9Zi9NoBggcMSzUpFSjUeTojAe0JgWxyiPcUDc/s400/1216138718FT-TAWURAN+MOS+SMA+3+BESAR.jpg
Tawuran atau perkelahian antar pelajar. Perkelahian termasuk jenis kenakalan remaja akibat kompleksnya kehidupan kota yang disebabkan karena masalah sepele. erkelahian dikalangan pelajar merupakan suatu tingkah laku yang tidak pantas bagi seorang pelajar dan tingkah laku itu merupakan penyimpangan dari tingkah laku seorang pelajar. Perkelahian yang dilakukan secara massal dari kedua belah pihak yang berlainan sekolah atau kelas dan dalam perkelahian itu tidak hanya menggunakan tangan kosong tetapi juga menggunakan senjata tajam dan benda keras. Melihat dari benda atau alat yang digunakan dalam perkelahian itu maka sudah dapat diduha akibat yang ditimbulkan dari perkelahian itu antara lain luka yang dialami salah satu pelajar yang ikut serta dalam perkelahian antar pelajar tersebut.

4. Tindakan Kriminal atau Tindakan Kejahatan. 
Tindak kriminal adalah tindak kejahatan atau tindakan yang merugikan orang lain dan melanggar norma hukum, norma sosial dan norma agama. Misalnya: mencuri,menodong, menjambret membunuh,dll. Disebabkan karena masalah kesulitan ekonomi. Dan merupakan profesi atau pekerjaanya karena sulit mencari pekerjaan yang halal.


http://www.tribunnews.com/foto/bank/images/Perampokan.jpg

10 HEWAN LANGKA DI INDONESIA. GAMBAR DAN PENJELASANNYA


1. Orang Utan (latin : Pongo Pygmaeus)
Ciri khas hewan langka ini ialah mempunyai rambut yang begitu panjang dibandingkan jenis kera lain. Buah-buahan adalah makanan utama dan juga kesukaannya. Di indonesia, wilayah  penyebarannya adalah dataran rendah juga hutan hujan tropis di pulau Kalimantan.
http://www.azamku.com/wp-content/uploads/2012/06/orang-utan-kalimantan-Pongo-Pygmaeus.jpg
Orang Utan
2. Badak Bercula Satu (latin : Rhinoceras Sundaicus)
Adalah salah satu hewan langka khas indonesia. Walau sekarang sudah tidak banyak, hanya sekitar 50 ekor saja dapat ditemukan di hutan ujung kulon. Merupakan hewan herbivora pemakan daun-daunan.
http://www.azamku.com/wp-content/uploads/2012/06/Badak-Bercula-Satu-ujung-kulon-Rhinoceras-Sundaicus-300x205.jpg
Badak Bercula Satu (Rhinoceras Sundaicus)
3. Badak bercula Dua (latin : Dicerorhinus Sumatrensis)
Hampir mirip dengan badak bercula satu, hanya cula dibagian depan yang berjumlah dua. Hanya ditemukan di wilayah Sumatera.
http://www.azamku.com/wp-content/uploads/2012/06/Badak-bercula-Dua-sumatera-wikipedia-Dicerorhinus-Sumatrensis-300x224.jpg
Badak bercula Dua (Dicerorhinus Sumatrensis)
4. Musang Congkok (latin : Prionodon Linsang)
Dengan berat mencapai 5 kg dan mempunyai panjang sekitar 71 cm hewan ini cukup gesit untuk memanjat pepohonan. Di temukan di wilayah pegunungan Aceh dan Sumatera Barat. Mamalia kecil dan beberapa jenis serangga adalah makanan kesukaannya.
http://www.azamku.com/wp-content/uploads/2012/06/musang-cangkok-Prionodon-Linsang-300x224.jpg
Musang Cangkok (Prionodon Linsang)
5. Singapuar (latin : Tarsius Bancanus)
Dijuluki sebagai primata terkecil di dunia. Mempunyai berat tubuh antara 80 – 140 gram dan panjang cuma 12 – 15 cm cukup layak bila disebut primata terkecil. Walaupun mempunyai sepasang mata yang besar yang ukurannya melebihi volume otaknya tapi hanya dapat digunakan pada malam hari saja. Mirip dengan burung hantu. Kepulauan Riau, kepulauan kalimantan dan sumatera bagian selatan juga tenggara adalah habitat aslinya.
http://www.azamku.com/wp-content/uploads/2012/06/singapuar-Tarsius-Bancanus-primata-terkecil-di-dunia-200x300.jpg
Singapuar (Tarsius Bancanus)
6. Ikan Belida (latin : Notopetrus Chitala)
Dengan panjang tubuh mencapai 87, 5 cm dan berat tubuh dapat mencapai 1 kg, cukup besar untuk ukuran ikan air tawar. Bentuk tubuhnya seperti pisau dan  makanan kesukaannya adalah ikan-ikan kecil juga udang. Perairan air tawar di wilayah jawa dan kalimantan merupakan habitat aslinya.
http://www.azamku.com/wp-content/uploads/2012/06/Ikan-belida-Notopetrus-Chitala-300x187.jpg
Ikan Belida (Notopetrus Chitala)
7. Harimau Sumatera ( latin : Panthera Tigris Sumatrae)
Memprihatinkan karena jumlah semua harimau sumatera hanya tinggal sekitar 500 ekor. Penebangan hutan yang serampangan dan perburuan liar dituding sebagai penyebab langkanya harimau ini. Hanya terdapat di hutan sumatera.
http://www.azamku.com/wp-content/uploads/2012/06/harimau-sumatera-Panthera-Tigris-Sumatrae-hewan-langka-di-dunia-300x187.jpg
Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae)
8. Anoa ( latin : Bubalus Depressicornis)
Sekilas lebih mirip kambing dengan ukuran yang besar. Yang membedakan dengan kambing selain ukuran tubuhnya yang besar adalah adanya tanduk runcing yang mencapai 30 cm panjangnya. Adalah termasuk mamalia yang mempunyai kuku genap. Mempunyai habitat asli di wilayah sulawesi.
http://www.azamku.com/wp-content/uploads/2012/06/hewan-anoa-Bubalus-Depressicornis-300x222.jpg
Anoa (Bubalus Depressicornis)
9. Burung Elang Jawa ( latin : Spizaetus Bartelsi)
Mempunyai bentuk yang gagah, sayang populasinya hanya tinggal 250 ekor saja. Tersebar hampir merata di sekitar hutan di pulau jawa seperti di gunung slamet, gunung salak, gunung anjasmoro, gunung kawi, taman nasional baluran, taman nasional alas purwo taman nasional gunung halimun, taman nasional gede pangrango dan taman nasional muara betiri.
http://www.azamku.com/wp-content/uploads/2012/06/burung-elang-jawa-Spizaetus-Bartelsi-hewan-langka-di-indonesia-jawa-barat-233x300.jpg
Burung Elang Jawa (Spizaetus Bartelsi)
10. Babirusa (latin : babyrousa babyrussa)
Buah-buahan, tumbuh-tumbuhan, jamur dan dedaunan merupakan makanan yang biasa disantap sehari-hari. Mempunyai taring yang mencuat keluar sebagai tameng mata dari duri dan rotan ketika mereka mencari makan. Habitatnya meliputi pulau sulawesi, kepulauan maluku dan sekitarnya.
http://www.azamku.com/wp-content/uploads/2012/06/babirusa-babyrousa-babyrussa-yang-termasuk-hewan-langka-diindonesia-300x217.jpg
Babirusa (Babyrousa Babyrussa)
11.Kura-kura Leher Ular Rotehttp://blog.gogonesia.com/wp-content/uploads/2015/03/Chelodina_mccordi_kura-kura-leher-ular.jpg

Jenis kura-kura berleher panjang memang dapat ditemukan di beberapa negara selain Indonesia. Namun Kura-kura Leher Ular atau Chelodina mccordi yang merupakan hewan endemik Indonesia ini hanya bisa ditemukan di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Binatang ini sangat langka sehingga oleh IUCN ditetapkan dalam kategori hewan terancam punah.
12. Ikan Arwana Merahhttp://blog.gogonesia.com/wp-content/uploads/2015/03/arwana-merah.jpg

Ikan Arwana Merah atau Siluk Merah (Sclerophages formosus) ini merupakan hewan endemik Indonesia yang menghuni Sungai Kapuas di Kalimantan Barat. Ikan langka yang cantik ini memiliki sisik berwarna merah terang, dengan sedikit kilau emas yang membuatnya terlihat begitu anggun. Tak heran jika Arwana Merah mendapat julukan Ikan Naga atau Dragonfish.
13. Jalak Bali
http://blog.gogonesia.com/wp-content/uploads/2015/03/jalak-bali.jpg
Burung Jalak Bali atau Curik Bali ini memiliki bulu putih bersih di seluruh tubuh, kecuali pada ujung ekor dan sayap yang berwarna hitam. Pipinya yang tidak ditumbuhi bulu berwarna biru cerah, dengan kaki kelabu. Jika kamu mengunjungi rumah-rumah seniman di Desa Batuan, kamu akan menemukan burung Jalak Bali yang kerap dijadikan obyek lukisan khas Bali di sana.
14. Kucing Merah Kalimantan
http://blog.gogonesia.com/wp-content/uploads/2015/03/Borneo-bay-cat-kucing-merah-Pardofelis-badia.jpg
Populasi Kucing Merah hanya ditemukan di Pulau Kalimantan saja. Kucing ini mendiami hutan-hutan tropis dataran rendah yang lebat hingga ketinggian 900 meter dpl.
15 Elang Flores
http://blog.gogonesia.com/wp-content/uploads/2015/03/elang-flores.jpg
Elang flores atau Spizaetus floris hanya dapat ditemukan di pulau Flores, Sumbawa, Lombok, Satonda, Paloe, Komodo, dan Rinca. Burung ini biasa menghuni hutan-hutan dataran rendah dan hutan submontana hingga ketinggian 1600 meter dpl.